0

Batagor Abuy

Ketemu juga nama batagor di Bandung yang konon enak dan murah: Batagor Abuy. Batagor ini bahkan nangkring di rangking #7 restoran di Bandung versi Trip Advisor (meskipun sebenarnya jangan terlalu mengandalkan rangking Trip Advisor sih). Tempat Batagor Abuy berjualan ini berupa gerai kecil yang terletak di sebuah food court di Jalan Lengkong Besar. Untuk menemukan food court ini harus teliti ya! Jalan Lengkong Besar ini jalan satu arah sehingga kalau kelewat dikit harus muter jalan cukup jauh dulu kayak saya –“
(mypotret.wordpress.com)
Makanan:
Batagor (20.000 IDR)
3/5
Karena rasa Batagor Kingsley yang nangkring di rangking #46 Trip Advisor saja rasanya udah enak, saya jadi berharap banyak dengan si rangking #7 ini. Tapi memang selera orang itu beda-beda ya. Saya pribadi berpendapat Batagor Kingsley lebih enak 😦 Tekstur batagornya sih oke-oke saja, tapi saya kurang sreg dengan sambalnya yang berupa kecap dan sambal cabe. Saya sudah terlanjur mengasumsikan bahwa batagor wajib didampingi bumbu kacang.
Dll:
– Buka setiap hari pkl 16.00–22.00 WIB
– Parkir bayar
Batagor Abuy ini jualan batagor dan siomay doang (bisa take away juga). Kalau haus harus pesan di kios sebelah-sebelahnya.
Mau ke sini lagi?
Nggak deh. Halo warga Bandung, rekomendasi batagor yang paling enak dong. Penasaran!
Rating: 3/5
Batagor Abuy
Pujasera Lengkong Besar
Jl. Lengkong Besar 45–47

(sisi kiri jalan searah), Bandung

0813 205 14191/(022) 423 3249
0

Batagor Kingsley

Episode mengunjungi tempat kuliner hanya karena terkenal masih berlanjut. Setelah Dago Tea House, kuliner-wajib-kunjung selanjutnya adalah Batagor Kingsley. Kapok dengan tragedi semalam, survei untuk tujuan kali ini terkesan lebih niat yang justru berujung pada kesimpulan yang membimbangkan: harganya kemahalan, ada yang lebih enak tur lebih murah (tapi nggak tahu di mana). Awalnya hendak diputuskan untuk mencari batagor yang lain saja, tetapi nggak jadi karena saat jam makan siang ada di kawasan Museum Pos yang nggak jauh-jauh amat dari Batagor Kingsley. Yawes, sekalian aja deh. Begitu sampai di lokasi kami nyaris nggak kebagian tempat duduk. Rame banget! Pelayannya kayaknya nggak banyak-banyak amat, tapi nunggunya juga nggak lama-lama amat kok.
(banyumurti.net)
Makanan:
1. Batagor Goreng
5/5
(Batagor goreng: bakso tahu goreng goreng? Nevermind.) Yumm! Dengan ini saya menyatakan diri sebagai fans tahu Bandung. Putih lembut gitu, enak banget! Komposisi tahunya memang terlalu mendominasi, tapi saya mah nggak keberatan lha wong enak. Meskipun menurut saya ini batagor terenak yang pernah saya makan, teman saya yang memesan menu ini justru kurang puas karena katanya lebih sreg dengan batagor crispy ala Jogja. Saya lupa harganya berapa (ditraktir-red), tapi seingat saya memang muahal.
2. Batagor Bakso Kuah
3/5
Menu ini pesanan saya dan saya menyesalinya, hiks. Bukan karena nggak enak, tapi udah keburu naksir sama yang goreng. Tahu lembut dikasih kuah begitu juga agak nggak cocok karena cenderung bikin mbenyenyek.
Minuman:
Es Teh
2/5
Minuman basa-basi (lihat kemasannya –“). Rasanya manis banget kayak juruh, huek.
Dll:
– Banyak pedagang makanan lain yang nebeng sehingga rumah makan ini kesannya jadi kayak food court.
– Saya menyesal nggak pesan batagor untuk dibawa pulang 😦
– Buka Jumat–Rabu pkl 10.00–21.00 WIB
– Parkir jelas bayar 😀
Mau ke sini lagi?
Pengen coba batagor lain aja yang katanya lebih enak dan lebih murah itu, tapi beneran ada nggak e? Mana mana mana???
Rating: 4/5
Batagor Kingsley
Jl. Veteran 25
Bandung
(022) 4207 104
0

Hanamasa: Semacam Ujian Makan, Perlu Belajar

Sebelum ini saya hanya pernah sekali mengunjungi restoran dengan sistem all-you-can-eat buffet, yaitu Hartz Chicken di Jalan Magelang dalam rangka ultah adek si patjar. Karena makan bareng keluarga patjar itu harus jaim, saya jadi merasa kurang memaksimalkan sistem all-you-can-eat tersebut. Mumpung ke Bandung, saya jadi tergoda untuk menjajal sebuah restoran all-you-can-eat ala Jepang yang nggak ada di Jogja: Hanamasa. Untuk ukuran harga Bandung, seratusan ribu bisa makan sakkarep-karep itu termasuk muraah! Di Bandung sendiri ada dua gerai Hanamasa, yaitu Dago dan Istana Plaza. Saya dan teman memilih opsi kedua karena paling dekat dengan tempat kami menginap di Jalan Peta.
katanya sih gambar pemanggang, saya kira kepala sapi :p
Begitu masuk kami langsung disambut oleh waitress berkimono yang kemudian mengantar ke meja yang kami pilih dan menyiapkan alat pembakaran (untuk yakiniku) & perebusan (untuk shabu-shabu). Di sini waitress tersebut mulai gencar menawarkan minuman. Saya dan teman kurang konsentrasi dan iya-iya saja dengan penawaran tersebut. Kami pun segera beranjak mendekati meja buffet. Alamak, bingung mau makan yang mana aja!
Setelah memilih dengan ngasal dan impulsif, saya segera kembali ke meja dan memulai proses memasak. Di meja sudah tersedia minyak berwijen dan minyak tanpa wijen. Kemudian kami asyik merebus, memanggang, dan celup-celup ke dalam minyak. Long story short, kami makan sampai kenyang. Mulai dari yakiniku dan shabu-shabu hasil masak sendiri sampai cemilan-cemilan lain yang dimasak oleh pihak resto. Orange juice yang ditawarkan oleh waitress pun enak, segar, meskipun saya cuma seruput dikit karena sudah kekenyangan. Meskipun kenyang begitu, tapi kenapa ya kok rasanya masih kurang maksimal dan tidak memuaskan.

Setelah merasa cukup, kami pun segera beranjak ke kasir untuk membayar. Di sini feeling nggak enak pun terbukti benar. Minuman yang ditawarkan oleh waitress tadi rupanya tidak termasuk dalam paket dan kami kena charge tambahan yang lumayan besar. DHUERR! Orange juice yang cuma saya seruput sedikit tadi harganya mahal banget! Teman saya langsung misuh-misuh sendiri karena merasa dibohongi 😀 Padahal kami juga sih yang salah, nggak pikir panjang dan kurang bersikap asertif, nggak meluruskan lebih lanjut apakah minuman yang ditawarkan bayar lagi atau enggak. Ketahuan banget deh yang kena jebakan begini pasti anak daerah yang belum pernah ke Hanamasa sebelumnya, haha.

Dll:

– Harga belum termasuk pajak 10%
– Buka setiap hari pkl 10.00–22.00 WIB
– Meskipun semacam kena jebakan, saya justru masih penasaran gimana caranya makan di Hanamasa secara maksimal. Makan di all-you-can-eat buffet begini menurut saya perlu belajar dulu. Kalau nggak survei lewat internet ya harus merasakan pengalaman nggak enak dulu kayak saya. Bahkan saya baru tahu kalau memanggangnya pun ada aturannya: daging dicelup saus berwijen > dipanggang > dicelup saus tanpa wijen. Saya mah dipanggang dulu baru dicelup-celup, pantesan rasanya nggak yang enak buanget. Kok ya nggak nemu panduan yang kayak di bawah ini ya? +_+
(ahmadfikreatif.wordpress.com)
Tips Makan di Hanamasa:
1. Perut diusahakan amat-sangat kosong dan lapar.
2. Kenakan pakaian yang nyaman dan longgar.
3. Usahakan datang saat jam makan siang. Selain lebih sehat buat tubuh, menunya masih fresh dan lengkap.
4. Pilih tempat duduk terdekat dengan meja buffet, mondar-mandirnya nggak terlalu capek.
5. Gunakan piring paling besar. Makanan yang ditampung lebih banyak, nggak akan terlalu sering mondar-mandir.
6. Amati dulu seluruh menu yang ditawarkan, jangan langsung comot-comot makanan tanpa pengamatan pendahuluan.
7. Icipi semua menu dengan porsi sedikit. Kalau ada yang disuka bisa diulangi lagi. Kalau tidak memungkinkan, dahulukan makan makanan yang menurutmu paling enak. 
8. Minimalisasi karbohidrat.
9. Minimalisasi minum. Kalaupun minum, pilih air mineral atau teh.
10. Minimalisasi makanan/minuman manis dan bersoda
11. Minimalisasi shabu-shabu karena mengandung air sehingga bikin kenyang. IMHO yakiniku-nya juga lebih enak daripada shabu-shabu.
12. Kalau kenyang, berhenti dulu, nanti lanjut lagi. Dari makan siang sampai makan malam juga boleh kok. Mau bawa bacaan atau hiburan lain? Silakan. Take your time! 😀
13. Dessert harus dimakan paling akhir.
14. JANGAN MENGIYAKAN TAWARAN MINUMAN TAMBAHAN! +_+
15. Masih merasa tipsnya kurang? Silakan klik tips ini yang bahkan menjelaskan persiapan dari SEHARI SEBELUMNYA!

Mau ke sini lagi?

Harus! Mungkin Hanamasa di Bali. Udah merasa lebih pinter sekarang 😀 Udah punya ilmunya bagaimana mengunjungi Hanamasa dengan baik dan benar 🙂
Rating: 4/5
Hanamasa Istana Plaza
Jl. Pasir Kaliki 121–123
Bandung
(022) 604 6766  
0

Dago Tea House

Berwisata kuliner ke Dago Tea House ini dipilih karena seriiiinggg banget dengar, jadi kok kayaknya terkenal. Sayangnya faktor terkenal tersebut jadi bikin malas survei sehingga berakibat pada wisata kuliner yang berantakan. Bencana dimulai ketika saya dan teman sama-sama lagi BT karena suatu hal yang menyebabkan ketidaktelitian plus emosian dalam mencari alamat dan ber-GPS ria. Dari googling seadanya kami menemukan bahwa Dago Tea House berada di Jalan Bukit Dago Selatan. Lha mbok arep digoleki nganti semaput ra bakal ketemu karena yang benar rupanya Jalan Bukit Dago Utara dan bukan Jalan Bukit Dago Selatan. Berhubung jalannya agak imut dan njlimet, kesalahan satu kata ini jebul berakibat fatal dan bikin nyasar-nyasar mangkel. Long story short, Dago Tea House akhirnya ketemu meskipun bentuknya tidak meyakinkan. Petunjuknya nggak jelas, suasananya gelap, dan bangunannya nggak kayak dugaan karena rupanya Dago Tea House ini bukan cuma buat tempat makan-makan, tapi juga pertunjukan budaya.

(tripholiday.net)
Complimentary:
Teh Panas Tawar
2/5
Cuma hangat, kurang panas 😦

Makanan:
1. Nasi Timbel Bakar Komplet (34.000)
3/5
Sebenarnya saya nggak terlalu suka nasi timbel karena kepadatannya yang agak aneh. Tapi berhubung sudah di Sunda masak nggak makan nasi timbel! Nasinya sih tetap nggak begitu suka, tapi ayam bakarnya lumayan dan tahunya enak banget. Untuk sayur juga kurang suka. Lha wong sayur ala Jawa aja nggak begitu doyan, apalagi ini disuruh makan leunca. Huek.
2. Nasi Bogana Komplet (19.000)
3/5
Saya cuma icip sedikit, tetapi lumayan suka. Saya belum pernah makan nasi-campur-rempah-mboh-apa beginian sehingga menurut saya ini menu eksotis :9
Minuman:
Bajigur/Bandrek? (7.000 IDR)
2/5
Seingat saya, saya pesan bandrek, tapi ini kok berasa ada santannya ya? Lumayan sih bikin anget, tapi gelasnya yang agak pliket lumayan bikin ilfil 😦 
Dll:
– Buka setiap hari pkl 09.00–22.00 WIB
– Parkir bayar
– Mungkin review kali ini agak subjektif dan tidak terlalu berhubungan dengan rasa makanan. Tapi beneran deh, TERLALU BANYAK faktor eksternal yang bikin mood makan saya di sini berantakan. Mood awal udah bete, nyasar-nyasar, waiter yang melamun sewaktu dipesani makanan, gelas yang agak pliket, dan yang paling parah adalah sebelahan sama serombongan orang yang ketawa-berisik-sok-asyik dan salah satunya sebentar-sebentar BUANG DAHAK! Semua itu bahkan bikin saya lupa untuk menikmati pemandangan Bandung dari atas (yang seharusnya ciamik).
Mau ke sini lagi?
No, thanks. Bukan karena rasa makanannya, tapi di sini saya punya kenangan yang tidak terlalu menyenangkan 😥
Rating: 2/5
Dago Tea House
Jl. Bukit Dago Utara No. 53
(022) 250 5365
0

Trans Studio Bandung

Zaman sekarang kayaknya belum sah maen ke Bandung kalau nggak mampir ke Trans Studio Bandung (TSB) ya? Bahkan untuk orang-orang yang bawaannya mual kalau naik wahana macem-macem sekalipun! Misalnya saya –” Berhubung ini blog kuliner, jelas saya hanya akan mereview kulinernya dan bukan wahananya. Tidak seperti saat di Waterbom Bali yang bebas keluar-masuk area theme park asal pakai wristband (perbendaharaan theme park saya cuma itu, zzz), sekalinya masuk TSB kita nggak bebas keluar-keluar lagi. Kalau sudah keluar dan pengen masuk lagi ya bayar lagi 🙂 Bisa sih mendapatkan kewenangan untuk keluar-masuk kawasan TSB, tapi harus bayar ekstra 200k. Mau?  

Yang jelas kebijakan ini bikin pengunjung yang kelaparan mau tidak mau harus membeli makanan di dalam area TSB. Untungnya pilihan kuliner di TSB cukup bervariasi, antara lain:

Meskipun cukup bervariasi, tapi kok saya nggak minat-minat amat ya sama semua makanan di sana. Karena teramat lapar, dengan agak terpaksa pilihan pun akhirnya jatuh ke Hainan Chicken Rice. Saya yang biasanya nggak tegaan sama binatang, tumben-tumbennya tertarik dengan gerai ini gara-gara ayam-ayam berwarna cokelat keemasan digantung dan ngawe-ngawe menggoda 😐
3/5

Sebagai pelengkap kita juga bisa memesan sup (agak hambar) dan nasi (surprisingly enak :p). Rasa ayamnya sih enak-enak saja, tapi ya ketebak banget sih kalau bakal dibandrol dengan harga yang lebih tinggi dari biasanya –”
Rating: 3/5
Trans Studio Bandung
Kompleks Bandung Supermall
Jl. Gatot Subroto 289 Bandung
(022) 9109 9999