[DNS #7] [TMH #4] Wishing Her to Die – Jung Soo Hyun

★ ★ ★ ☆ ☆

wishing

Judul: Wishing Her to Die
Penulis: Jung Soo Hyun
Penerbit: Haru
Genre: K-Iyagi
Tebal: 408 hlm
Rilis: Maret 2014
Harga toko: Rp67.000,00
Cara dapat: @ Publisher Outlet (20% OFF)

Kepada Lee Min-ah.
Salam kenal. Aku Yoon Jae-hee. Meski sulit dipercaya, sekarang aku ada di dalam tubuhmu.

Jae-hee

Nasibku sungguh sial: pacarku meninggalkanku, aku tidak lulus audisi musikal, ditambah lagi aku mati ditabrak truk.
Tapi aku mendapat kesempatan untuk merasuki tubuh orang lain meskipun hanya sehari, dan aku mengambil kesempatan itu.

Boleh, kan? Hanya satu hari saja.

Min-ah

Orang pikir aku memiliki segalanya: karier sebagai pengacara di firma hukum raksasa Korea, kecantikan, dan kekayaan. Tapi, aku masih terikat dengan masa laluku. Aku harus menyelidiki semuanya sampai tuntas.

Namun, kenapa aku membuang waktu mengikuti audisi musikal yang bahkan tak bisa kuingat? Ke mana ingatanku selama beberapa jam itu? Jae-hee? Siapa Jae-hee?

Kenapa sepertinya dia menginginkan tubuhku selamanya?

Setelah puas dengan Girls in the Dark, ekspektasi saya terhadap Wishing Her to Die jadi meningkat pesat. Meski tidak bisa dibilang segenre, bagi saya kedua buku ini sepintas mirip: sama-sama (1) terbitan Haru, (2) bertema non-romance dengan (3) kover bernuansa gelap dan misterius.

Buku ini mulai saya baca sebagai pengantar tidur. Di awal memang agak susah masuk ke dunia Jae-hee dan Min-ah, tapi keseruan baru dimulai ketika mereka berdua saling berkirim surat. Dalam pertarungan memperebutkan tubuh (sekaligus pria) ini, awalnya saya pikir pembaca bakal disetir untuk lebih “memihak” Jae-hee yang gemuk-berhati-baik dibanding Min-ah yang bitchy-nan-cantik. Tapi rupanya cerita ini nggak sedangkal itu kok. Ke belakang saya justru lebih menyukai Min-ah yang cerdas dan punya strategi tersendiri untuk mempertahankan tubuhnya.

Berhubung ngantuk, buku ini saya tutup di halaman 200-an. Sekali duduk bisa betah baca segitu lho, ya memang semenarik itulah buku itu di awal. Sayangnya, begitu saya lanjutkan sehari kemudian, keajaiban itu sudah menghilang ….

Ketika ada ramalan bahwa akan terjadi kecelakaan dan hanya satu jiwa saja yang akan tinggal dalam tubuh tersebut, otak saya tidak cukup prima untuk mencerna mana yang akan terus hidup dan mana yang tidak. Prosedurnya agak mbingungi (bagi otak saya :)). Kekecewaan terbesar saya terhadap buku ini terutama pada halaman 325–345 ketika ada salah satu tokoh kunci menceritakan masa lalunya. Jawaban satu buku ditumpuk di bagian ini! Akan lebih baik kalau dicicil dari awal atau gimana. Si tokoh kunci ini pun udah ketebak di pertengahan cerita, jadi ya memang setelah 200-an halaman itu nggak ada motivasi kuat untuk melanjutkan membaca dengan semangat.

***

Catatan Kebahasaan
1. Kalimat membingungkan

a. Hlm. 138

Untuk mendapatkan rekomendasi magang di Goldman-Sachs, ia mencoba mendekat dan merawat dua anak perempuan profesornya yang membanggakan peringkat pertama selama dua bulan.

b. Hlm. 264

Menurut artikel yang dulu pernah ia cari, Grup Hyesung dipecah menjadi puluhan perusahaan kecil dan dijual ke perusahaan lain. Namun dalam surat wasiat itu, anak laki-laki tertua mewarisi seluruh perusahaan. Tidak ada manajer yang memecah perusahaannya sendiri seperti itu karena tidak selesai.

2. Font surat di hlm. 241 berbeda dengan sebelumnya.

3. Typo
(Blurb) mengambl > mengambil
(Blurb) karir > karier
(13) Gangnamyang > Gangnam yang
(104) kusinya > kursinya
(138) Golman-Sachs > Goldman-Sachs
(257–258) mengeta-ui > mengeta-hui
(268) menyenang-kan > menyenangkan
(272) tahu?Tidak > tahu? Tidak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s